Informasi

Tantangan Kelistrikan Perindustrian Masa Depan, Siapkan Konsultan yang Tepat!

Data berdasarkan International Energy Outlook tahun 2010, menujukkan bahwa sektor perindustrian telah mengonsumsi sumber energi listrik sebanyak 51% dibandingkan dengan sektor lainnya. Energi listrik yang digunakan in berasal dari bahan berupa batu bara, gas alam, nuklir, dan bahan bakar minyak, yang mana bahan tersebut bukanlah energi terbarukan.

 

Maka dari itu, perusahaan melakukan efesiensi terhadap pembangkit listrik yang saat ini digunakan. Perindustrian yang membutuhkan jasa konsultan efesiensi pembangkit listrik, bisa melalui https://sewatama.com/product/consultancy/. Anda tidak perlu repot memikirkan efesiensi untuk pembangkit listrik perusahaan Anda hanya dengan bantuan jasa dari PT Sumberdaya Sewatama.

 

Tantangan Masa Mendatang Terhadap Efesiensi

 

Tantangan yang akan mendatang di masa depan yaitu permasalahan efesiensi tenaga pembangkit listrik. Ada dua faktor yang harus diperhatikan di dalam efesiensi tenaga kelistrikan, mulai dari total energi yang akan dihasilkan atau net energy balance dan total biaya yang tentunya akan dihasilkan atau net revenue. Dengan adanya kedua faktor yang sudah disebutkan net energy balance dan net revenue maka akan menghasilkan bentuk dari energi listrik, terbagi ke dalam 4 golongan.

 

4 golongan yang ada ini akan dimasukkan ke dalam sebuah grafik dari energy-revenue quadrant. Hal ini akan membawa ke dalam perhitungan potensi sumber energi kelistrikan yang akan terjadi pada masa depan perindustrian Anda. Maka dari itu, mulai persiapkan efesiensi energi listrik bersama dengan PT Sumberdaya Sewatama, dengan menghubungi website yang tertera nomor untuk customer service.

 

Apa saja 4 golongan tersebut? Inilah 4 golongan dalam menghadapi efesiensi di masa depan, diantaranya sebagai berikut:

 

  1. Sustainable, yang mana kondisi dari revenue (+) dan energy balance (+)
  2. Research, yang mana kondisi revenue (-) dan energy balance (+)
  3. Profitable, yang mana kondisi dari revenue (+) dan energy balance (-)
  4. Failure, yang mana kondisi revenue (-) dan energy balance (-)

 

Hal ini haruslah diperhatikan oleh perindustrian di masa depan. Pilihan semua ada di tangan dari pemegang perindustrian. Apabila Anda ingin menjadikan energi listrik ini sustainable maka bisa kunjungi perusahaan penyedia jasa efesiensi energi listrik.